4 BUMN diambil Alih China | Riwayat Politik

Friday, November 17, 2017

4 BUMN diambil Alih China

Leave a Comment
Source

Pada kongres ke-19 PKC 18-24 Oktober 2017, Xi Jinping (Sekretaris Jenderal PKC ) menyampaikan pidato berjudul "Mengamankan Kemenangan dalam Membangun Masyarakat Sejahtera di Semua Aspek dan Berjuang Menggapai Sukses Besar Sosialisme Berwatak China untuk Era Baru". Kemenangan teranyar yang diraih China adalah kesepakatan perdagangan bebas bilateral dengan 11 negara di sepanjang jalur sutra.

Indonesia merupakan salah satu dari 11 negara yang dimaksud China. Wajar bila kemudian China terus meminta "jatah" mega-proyek kepada Indonesia. Salah satu proyek besar yang ditargetkan selesai 2019 adalah Kreta Api cepat Jakarta-Bandung. Proyek senilai 5,1 miliar dollar AS atau setara Rp 67,8 triliun (kurs 13.300) masih menuai banyak tanda tanya. Salah satu yang menjadi pertanyaan ialah pinjaman CDB sebesar Rp 50,8 triliun, atau 75 persen dari total dana proyek. sisanya 25 persen berasal dari modal perusahaan gabungan BUMN Indonesia dan China yakni PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Proyek ambisius yang menurut walhi bermasalah di AMDAL ini sekarang seperti terlupakan dengan hiruk pikuk politik nasional. Padahal proyek ini akan berimbas pada tergadaikannya 4 BUMN bila gagal. Kalaupun sukses, utang kepada CDB belum tentu dapat dilunasi malah akan menjadi beban APBN setiap tahunnya. Apalagi "‎Komposisi saham kepemilikan operator kereta api cepat Jakarta-Bandung ini, yaitu PT KCIC memiliki saham sebesar 60% dan China Railway International Group (CRIG) 40%.

Kemungkinan merugi terbuka lebar, kreta api cepat Jakarta-Bandung setidaknya harus mampu menjalankan penumpang sebanyak 21 ribu setiap harinya. Bila tidak demikian akan terjadi kerugian dan bila kerugian terus terjadi maka pemegang saham diharuskan menyuntikkan working capital. Bila gagal melakukan itu maka saham PT KCIC akan mengalami delusi selanjutnya kalau sudah terdelusi maka melayanglah aset-aset BUMN tersebut ke China. 

Perlu diketahui bahwa saham PT KCIC dimiliki PT Pilar Sinergi BUMN,‎ yang terdiri dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero), dan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Itu artinya 4 BUMN itu harus rela menjadi "makanan" empuk China bila saham mengalami delusi.

Bila satu proyek saja dapat mengangkangi kedaulatan negara, kita akan dengan mudah mengetahui bagaimana nasib negara ini bila sepenuhnya diserahkan pada kaum kapitalis. Kita juga masih ingat ketika proposal China belum diterima, mereka menjanjikan, kandungan komponen lokal Indonesia dalam program kereta cepat Jakarta-Bandung mencapai 60 persen. Faktanya? Duta Besar Cina untuk Indonesia, Xie Feng ketika wawancara dengan China's Global Time mengatakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung merupakan proyek pertama Cina di luar negeri yang memasukkan "sepenuhnya unsur Cina", yaitu dalam standar, teknologi dan peralatan. Sekarang siapa yang tertipu? 


Pertanyaan selanjutnya, apakah negara ini masih memiliki pemimpin yang pro-rakyat dibandingkan pengembang? Sebaiknya kita jangan lengah, setiap jengkal tanah negeri ini akan menjadi milik para pengembang yang dibantu pemegang kekuasaan. Apa kabar proyek kreta api cepat Jakarta-Bandung, kemana saja selama ini.
Jika Suka dengan artikel ini, Silahkan bagikan

Post a Comment