3 Alasan Prabowo Mundur Dari Pencapresan | Riwayat Politik

Saturday, April 14, 2018

3 Alasan Prabowo Mundur Dari Pencapresan

Leave a Comment

Rapat mendadak dikediaman Prabowo ternyata dihadiri Ketua Umum PAN dan Presiden PKS. Rapat itu membahas pencapresan Prabowo dan siapa yang pantas mendampinginya. Dalam suasana penuh hikmat tersebut, Fadli Dzon memimpin rapat didampingi dua petinggi GERINDRA.

Setelah membuka rapat, Fadli Dzon mempersilahkan Prabowo menyampaikan pidato singkat. Berikut petikan pidato Prabowo
“ saudara-saudara yang saya hormati, terima kasih telah hadir dirumah saya. Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan hal penting terkait pencapresan saya, sebagaimana saudara-saudara ketahui, Partai Gerindra memberi mandat kepada saya untuk mencalonkan diri sebagai capres 2019.

Saya bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepada saya, namun demikian saya juga harus realistis, rasional dan penuh perhitungan dalam politik. Saya tak ingin memaksakan kehendak, karenanya saya butuh masukan dari saudara-saudara sekalian. Dalam kesempatan ini saya menyatakan akan mundur dari pencapresan”.

Semua tampak diam, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman tertunduk. Sementara Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan sedikit terkejut. Para petinggi Gerindra setengah terpelongo, mulut sedikit terbuka. Sebelum Prabowo menutup pidatonya, interupsi dilakukan Sohibul, “maaf, apa saya sedang bermimpi”? Tidak jawab Prabowo. “Sebagaimana saya katakan tadi, saya harus realistis dan rasional, tak boleh emosional”.

Setelah Prabowo menutup pidatonya, Fadli Dzon kembali mempersilahkan peserta rapat untuk bicara. Sohibul Iman kemudian bicara, “saya mau bertanya, apa alasan bapak Prabowo mundur”?Fadli Dzon mempersilahkan Prabowo menjawab pertanyaan dari Sohibul. “Saya akan jawab pertanyaan bapak Sohibul, alasan pertama saya adalah karena hingga kini belum ada cawapres yang bersedia, kalaupun ada tak mendapat dukungan dari Partai bapak-bapak sekalian”.

Selanjutnya, ”tunggu dulu pak Prabowo”, tiba-tiba Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menginterupsi. Memangnya siapa cawapres yang diajukan dan kami tidak mendukungnya”? Suasana sedikit memanas dan tampak tegang, Fadli Dzon kemudian angkat bicara, ‘maaf pak Zulhas, sebaiknya biar pak Prabowo selesaikan alasan-alasan beliau mundur, setelah itu baru kita buka sesi tanya jawab lagi’ tegas Fadli Dzon. Prabowo melanjutkan alasan ia mundur dari pencapresan.

”alasan saya yang kedua ialah terkait peluang menang”. Hari ini kita tidak memiliki Televisi yang bakal mendukung, bandingkan pada saat pilpres 2014, kita memiliki stasiun TV yang mendukung, demikian pula pada pilkada DKI Jakarta yang lalu kita didukung Hary Tanoe dan media massanya. ‘saya kira penting sekali bila kita mendapat dukungan dari pemilik media’.

Alasan terakhir saya mundur ialah karena saya melihat kandidat lain yang menurut perhitungan saya dapat mengalahkan petahan. Itulah 3 alasan saya mundur dari pencapresan, semoga bapak-bapak bersedia diskusi lebih lanjut, tutup Prabowo. Fadli Dzon kembali memimpin rapat, tiba-tiba ada suara orang teriak diluar rumah, saya pun terbangun, ternyata itu tadi mimpi Prabowo mundur dari pencapresan. Belakangan memang banyak tulisan yang memprediksi Prabowo akan sulit menang, bahkan ada tulisan yang memprediksi Prabowo belum tentu didukung PAN dan PKS. Barangkali pengaruh tulisan-tulisan tersebut yang membuat saya bermimpi sore ini.


Jika Suka dengan artikel ini, Silahkan bagikan

Post a Comment