Boediono Tersangka, SBY Dukung Jokowi

Source

Hakim PN Jakarta Selatan mengabulkan praperadilan terkait kasus Bank Century yang diajukan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) kepada KPK. Itu artinya Hakim juga memerintahkan termohon untuk melakukan proses hukum selanjutnya sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku atas dugaan tindak pidana korupsi Bank Century dalam bentuk melakukan penyidikan dan menetapkan tersangka terhadap Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede dan kawan-kawan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan mematuhi putusan praperadilan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, terkait pengusutan kasus dugaan korupsi atas pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) pada Bank Century.

Diantara nama-nama yang disebutkan, nama mantan wapres Boediono yang paling mendapat perhatian. Pasalnya kasus Century terjadi saat ia masih di Bank Indonesia dan SBY Presidennya. Bila kasus ini terus disidik KPK, bukan mustahil nama SBY akan terungkap ke permukaan. Diketahui, dalam perkara Century, KPK baru menyeret bekas Deputi Gubernur Bank Indonesia, Budi Mulya ke penjara. Meski nama-nama besar mencuat dalam kasus korupsi pemberian FPJP Bank Century dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik di dalam persidangan, KPK belum juga menjerat pihak lain sampai saat ini.

Dalam dugaan korupsi pemberian FPJP Century, Budi Mulya didakwa bersama-sama dengan Boediono selaku Gubernur BI, Miranda S Goeltom selaku Deputi Senior BI, Siti Fadjriah selaku Deputi Gubernur Bidang VI, Budi Rochadi selaku Deputi Gubernur Bidang VII, Robert Tantular, dan Harmanus H Muslim.

Entah mengapa kemudian pada saat itu SBY menjadikan Boediono sebagai capresnya. Tentu publik melihat keterkaitan dijadikannya Boediono sebagai cawapres SBY pada pilpres 2009. Boediono bisa dibilang tidak dikenal pada saat itu, namanya mulai dikenal sejak kasus Century muncul kepermukaan.

Kini dengan amar putusan pengadilan Jakarta Selatan, Boediono dapat dijadikan tersangka bersama dengan nama-nama lain dalam kasus Century. Bahkan bukan tidak mungkin SBY akan diseret dalam kasus Bank Century, sebelumnya Mantan anggota Tim Pengawas Century, Muhammad Misbakhun, menyebut Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono sebagai dalang dalam skandal bail out Bank Century. Misbakhun mengaku memiliki cukup bukti untuk menyebut SBY terlibat dalam kasus yang merugikan uang negara sebesar Rp 6,7 triliun itu.

Menurut Misbakhun, bukti pertama keterlibatan SBY diketahui melalui keterangan Sri Mulyani, yang ketika itu menjabat sebagai Menteri Keuangan dan Ketua Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK). Saat diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi di Amerika Serikat pada 2013, Sri mengakui bahwa kebijakan dana talangan Bank Century telah dilaporkan kepada SBY selaku presiden pada saat itu.

SBY membantahnya, ia mengaku tidak diberi tahu soal kebijakan pinjaman dana bagi Bank Century. Ia beralasan saat kebijakan tersebut dibuat, ia sedang berada di luar negeri. Kini kesempatan KPK untuk mengkonfrontir dua keterangan yang berbeda tersebut. Tentu saja kasus ini menjadi lebih berdimensi, bukan hanya hukum akan tetapi politik nasional.

Kasus Bank Century merupakan tekanan politik bagi Cikeas menjelang pemilu 2019,
Dan ini signal kuat SBY bakal merapat ke kubu Jokowi demi mengamankan nama baiknya dalam kasus Century. Melalui kasus ini Jokowi bakal mendapat amunisi baru dengan akan merapatnya partai demokrat.

Boediono yang saat ini tidak memiliki kekuatan politik butuh perlindungan dari penguasa. Ia bisa saja mengatakan apapun demi melindungi dirinya dan posisi SBY tentu tak aman. Karenanya pilihan politik terbaik yang bisa dilakukan SBY adalah bersatu dengan kubu Jokowi. Bila skenario ini berjalan dengan baik, maka peluang Jokowi menang telak pada pilpres 2019 semakin terbuka.

Poros Cikeas harus ditaklukkan agar memuluskan jalan Jokowi pada pilpres 2019. Setidaknya Cikeas bersikap yang sama seperti pada pilpres 2014 bukan bersikap seperti pilkada DKI yang lalu. Munculnya kasus Century memang bakal menguras tenaga SBY, itu sebabnya pilpres 2019 partai demokrat bakal kembali menjadi penonton atau bergabung dalam kubu koalisi Jokowi

Komentar Anda

Artikel Terbaru