Ketika PKS Meninggalkan Prabowo | Riwayat Politik

Wednesday, May 9, 2018

Ketika PKS Meninggalkan Prabowo

Leave a Comment
Source
Partai Keadilan Sejahtera terus mendapat godaan, setelah gagal dirayu Jokowi kini PKS kembali digoda SBY. PKS dan Demokrat memang pernah bersama sebagai partai pemerintah saat SBY berkuasa, saat itu koalisi keduanya terbukti ampuh menjadikan SBY sebagai Presiden selama dua periode sehingga wajar Demokrat kembali mendekati PKS.

Meskipun belum menerima rayuan Demokrat akan tetapi PKS juga belum menolak yang artinya kemungkinan PKS meninggalkan Prabowo sangat terbuka. Pasalnya Prabowo belum juga menunjuk kader PKS sebagai cawapresnya bahkan bisa jadi memilih diluar PKS. Bila Demokrat menyediakan kursi cawapres maka bukan mustahil PKS akan bergabung dalam poros Demokrat. Itu artinya Prabowo bisa gagal menjadi capres dengan hengkangnya PKS.

Sejatinya wajar PKS meminta posisi cawapres pada Prabowo setelah pilpres 2014 dan pilkada DKI Jakarta mereka tidak mendapatkan posisi apapun. PKS yang setia bersama Gerindra harusnya mendapat porsi lebih dari Gerindra terutama dari Prabowo Subianto. Itulah sebabnya banyak pihak yang ingin PKS bergabung dalam koalisinya, selain memiliki kader militan, PKS terkenal setia dalam berkoalisi. Terbukti PKS tidak pernah memutuskan hubungan koalisi ditengah jalan dengan partai yang ingin berkoalisi dengan mereka.

Saat pilpres 2014, partai-partai yang awalnya bersama Prabowo satu demi satu keluar dari koalisi, hanya PKS yang setia bersama Prabowo. Sebelumnya kita juga tahu bagaimana PKS setia bersama SBY hingga dua periode. Sikap PKS ini tidak dimiliki partai manapun, sehingga wajar bila mereka akan kecewa dan akan meninggalkan Prabowo bila kader PKS tidak dipilih sebagai cawapres Prabowo.

Selama ini hubungan Demokrat dan PKS juga baik-baik saja, koalisi PKS dan Demokrat merupakan koalisi yang sudah pernah teruji. Itu artinya tidak sulit bagi keduanya untuk kembali mengulang masa keemasan keduanya dalam politik. Berbekal pengalaman keduanya, bukan mustahil poros PKS-Demokrat akan menarik PAN dan PKB. Bila ini yang terjadi maka pertarungan Jokowi-Cikeas akan menarik kita saksikan, dan Prabowo harus gigit jari.

Partai Gerindra dan Prabowo harus mempertimbangkan skenario ini bila tak ingin menjadi penonton dalam pilpres 2019. PKS menjadi penentu nasib Prabowo pada pilpres 2019, tak boleh memposisikan PKS hanya sebagai pengikut saja. PKS harus dilibatkan dalam pilpres 2019 sebagai peserta, itu harga yang harus dibayar Prabowo. Posisi strategis PKS inilah yang membuat gejolak internal dan perpecahan didalam tubuh PKS.

Jika Suka dengan artikel ini, Silahkan bagikan

Post a Comment