Langkah Jokowi Setelah Kalah Dalam Survei | Riwayat Politik

Monday, May 7, 2018

Langkah Jokowi Setelah Kalah Dalam Survei

Leave a Comment
Source

Hasil survei Indonesia Network Election Survei (INES) yang baru dirilis ternyata tidak mengejutkan bagi Jokowi dan tim pemenangannya. Hal itu berangkat dari hasil survei internal yang tak jauh beda, buktinya sudah jauh-jauh hari merayu Prabowo. Andai Prabowo menerima pinangan Jokowi maka selesailah beban yang selama ini membebani Jokowi.

Ketika suara-suara yang menyindir INES datang, harusnya mereka berkaca pada hasil survei yang pernah dilakukan INES. Bukan bermaksud memuji INES namun faktalah yang berbicara, kinerja INES selama ini cukup baik. Itu artinya Jokowi akan melakukan langkah politik guna menghadang laju elektabilitas Prabowo. Lalu langkah apa yang akan dilakukan Jokowi?

Selain menyalahkan INES, tim pemenangan Jokowi akan memastikan SBY untuk bergabung dengan partai koalisi Jokowi. Dealnya menjadikan AHY sebagai cawapres bila mungkin namun opsi AHY sebagai menteri juga tak buruk. Soal posisi cawapres Jokowi lebih ingin dengan Gatot Nurmantyo, apalagi hasil survei INES juga menunjukkan Gatot selalu berada diposisi ke-3.

Itu artinya langkah kedua yang akan dilakukan Jokowi ialah meminang Gatot Nurmantyo sebagai cawapresnya. Gatot masih dipandang baik oleh umat Islam, terutama alumni 212. Kehadiran Gatot disamping Jokowi akan mempolarisasi suara umat Islam, polarisasi yang tentunya akan menguntungkan Jokowi dalam menggembosi suara Prabowo dari umat Islam.

Barulah kemudian Jokowi akan silahturahmi dengan Habieb Rizieq. Langkah ketiga ini akan dilakukan dengan Gatot sebagai jembatan antara Jokowi dan Habieb Rizieq. Menarik bila nantinya Habieb Rizieq mendukung Jokowi dengan dalih ada Gatot Nurmantyo. Bila langkah ini sukses maka elektabilitas Jokowi akan meningkat.

Langkah selanjutnya menggunakan dua negara adidaya yang memiliki kepentingan ekonomi dan militer, Cina dan Amerika Serikat. Bagi dua negara ini akan lebih mudah menekan Jokowi ketimbang Prabowo. Melalui kebijakan ekonomi kedua negara ini, ekonomi Indonesia akan tampak sedikit meningkat walaupun sebenarnya tidak.

Bila langkah-langkah tersebut sukses dijalankan maka hasil pilpres 2019 bisa berbeda. Jokowi berpeluang menang bila mampu mensukseskan langkah-langkah diatas. Hal sebaliknya akan terjadi bila gagal melaksanakan langkah-langkah politik diatas. Selain langkah-langkah tadi, optimalisasi jabatan Presiden dan media elektronik selama ini telah dan sedang dilakukan. Ambil contoh acara di MetroTv dengan label acara President’s Corner. Nantinya akan disusul TV-TV dengan nama acara yang berbeda namun subtansinya sama.

Langkah lain yang akan dilakukan Jokowi jelang pilpres ialah menaikkan gaji PNS dan TNI/Polri. Langkah ini membuat PNS dan keluarganya bakal mendukung Jokowi, hal yang sama juga bakal terjadi pada keluarga besar TNI/Polri. Senjata ini lumayan efektif mempengaruhi pemilih dari PNS dan keluarga TNI/Polri meskipun dampaknya pundi utang bertambah, demi kekuasaan segala cara menjadi halal.

Hasil survei INES dan internal memang membuat Jokowi pusing 9 keliling meskipun ada 9 naga. Pergantian kepemimpinan nasional pada tahun 2019 bukan keinginan Jokowi, Megawati maupun Prabowo dan Gatot Nurmatyo akan tetapi keinginan rakyat yang mulai sadar. Jokowi akan kembali menghipnotis pemilih dengan langkah-langkah diatas, bersiaplah menjadi manusia bodoh bila kembali salah pilih dalam pilpres 2019.

Jika Suka dengan artikel ini, Silahkan bagikan

Post a Comment