Parpol Teroris | Riwayat Politik

Saturday, June 2, 2018

Parpol Teroris

Leave a Comment


Kemajuan demokrasi tak bisa lepas dari peran strategis pilar demokrasi. Salah satu pilar demokrasi yang berperan penting dalam demokrasi Indonesia adalah pers. Melalui media massa dalam bentuk online, cetak maupun elektronik masyarakat mendapatkan informasi. Karenanya penyerangan oleh kader PDIP terhadap salah satu media tidak bisa dibiarkan saja.

Anarkisme dan teror terhadap pers yang dilakukan kader PDIP bukan kali ini saja, sebelumnya juga pernah dilakukan terhadap salah satu station TV. Aneh bila pihak berwajib terus membiarkan partai berkuasa berbuat sesuka hatinya. Pembiaran oleh aparat penegak hukum bukan hanya menciderai hukum kita akan tetapi merusak demokrasi yang sedang kita bangun.

Saya menghimbau rakyat Indonesia agar tidak memilih partai yang bertindak anarkis. Sikap anarkis bukanlah cerminan partai politik yang sehat, partai politik harusnya menjadi contoh bagi rakyat dalam berdemokrasi. Kritikan harus dibalas dengan argumen bukan main hakim sendiri. Lagipula apa yang disampaikan bukan kritikan akan tetapi fakta, harusnya mereka senang diberitakan demikian karena hal itu motivasi bagi elit agar tidak makan gaji buta.

Bila kejadian penyerangan ini dibiarkan saja maka nantinya kebebasan berpendapat dan berserikat yang dijamin UUD 45 bakal lenyap. Kebebasan pers semakin terancam dan ini teroris yang sama menakutkan dengan pembom bunuh diri. Bagaimana mungkin menjadi penafsir Pancasila bila anggota partainya bersikap tidak pancasilais. PDIP telah menebar teror melalui serangan tersebut, maka jangan salahkan bila muncul opini bahwa partai peneror ya PDIP.

Belakangan ini PKS yang dituduh sebagai partai pendukung teroris. Hal itu disebabkan oleh pembelaan PKS terhadap HTI. Namun dengan kasus penyerangan PDIP terhadap pers, partai mana yang layak disebut sebagai partai penebar teror atau partai teroris, PKS atau PDIP?

Kita harus berani jujur dalam menilai, HTI yang dianggap bertentangan dengan Pancasila telah dibubarkan. Lalu bagaimana dengan para peneror yang berbuat anarkis, apakah masih pantas diikutkan dalam pemilu mendatang? Beranikah Jokowi membubarkan PDIP sebagaimana Jokowi membubarkan HTI. Bila HTI yang tidak pernah anarkis dibubarkan, bagaimana dengan parpol yang anarkis, masihkah dilindungi? 

Jika Suka dengan artikel ini, Silahkan bagikan

Post a Comment