Cara PDIP Langgengkan Jokowi


Jelang pemilu 2019 yang kali ini dilaksanakan berbarengan ternyata sukses membuat lawan-lawan Jokowi terpolarisasi. Sebabnya selain parliamentary threshold adalah pileg dan pilpres dilaksanakan bersamaan. Itu artinya parpol-parpol dan calegnya berpikir pragmatis hedonis.

Masing-masing parpol dan calegnya fokus pada pemenangan diri dan parpolnya sendiri. Kualitas pilpres kali ini dapat dikatakan lebih menurun, ‘mesin’ politik dalam hal ini parpol tidak berjalan dalam memenangkan capres-cawapres.

Sebut saja Partai Demokrat yang dengan jelas mengatakan mereka akan bermain ‘dua kaki’ dalam pemilu serentak 2019. Akibatnya Demokrat mendukung Prabowo-Sandi sebagai syarat agar pada pemilu mendatang dapat mencalonkan AHY. Selain itu dengan hasil survei belakangan ini, partai democrat juga sedang ‘sekarat’.

Pertimbangan PT dan pencalonan AHY pada 2024 menjadi lebih utama dari pada pilpres 2019. Selain Demokrat, partai pendukung Jokowi juga melakukan hal yang sama. Bedanya mereka menumpang elektabiltas Jokowi untuk menaikkan elektabilitas partainya.

Terlepas dari polarisasi yang terjadi dikubu Prabowo-Sandi, kita patut cermati partai penguasa saat ini. PDIP tampak begitu tenang saja dalam pemilu kali ini mengingat elektabilitas mereka yang dipastikan akan mampu berada dipuncak. Pasalnya partai Golkar sebagai pesaing utama sedang dalam masa rekonsiliasi pasca dualisme kepemimpinan.

Namun benarkah PDIP hanya fokus dalam pilpres 2019? Tidak, mengingat usia Megawati yang sudah uzur dan mereka tidak memiliki tokoh pada pilpres 2024 maka jalan terbaik untuk mempertahankan kekuasaan ialah melalui amandemen UUD 45 bila mereka kembali meraih poin tertinggi.

Cara mengamandemen UUD 45 terkait masa jabatan presiden adalah target realistis PDIP guna kembali berkuasa. Jokowi akan kembali maju sebagai capres 2024 bila amandemen berhasil dilaksanakan. Cara ini juga sangat diinginkan partai koalisi lain yang kesulitan menemukan tokoh sekelas Joko Widodo.

Mereka pasti paham bahwa AHY akan menjadi kandidat yang sulit dikalahkan bila dibandingkan dengan tokoh-tokoh partai yang saat ini tersedia. Dalam situasi ini, melanggengkan Jokowi menjadi satu pilihan bagi-bagi yang numpang tenar melalui Jokowi.

Arah amandemen UUD 45 semakin nyata ketika Jokowi lebih memilih Ma’ruf Amin yang secara usia tidak lagi produktif menjadi capres 2024. Hal yang sama dilakukan Jokowi saat memilih JK sebagai cawapresnya tahun 2014 yang lalu. Seperti Ma’ruf Amin, JK hanya sebagai pelengkap dalam pemerintahan Jokowi.

Tahun 2024 Jokowi masih pantas dan cukup berpotensi kembali bertarung sehingga amandemen UUD 45 dirasa perlu dilakukan. Langkah-langkah amandemen tentunya akan dilaksanakan bila Jokowi kembali menang dalam pilpres 2019. Setidaknya dengan PT yang dinaikkan, polarisasi lawan-lawan politik Jokowi begitu terasa bahkan mencuat kepermukaan.

Partai baru dan partai gurem juga bergabung bersama Jokowi guna menaikkan elektabilitas. Praktis mereka melihat bahwa hanya ada satu cara bertahan dalam pileg mendatang, menjadi pendukung Jokowi. Manuver YIM juga merupakan bagian yang sudah lama diprediksi tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

YIM yang butuh logistik guna mempertahankan keberadaan PBB, akhirnya harus mendukung Jokowi. Sikap ini mirip dengan SBY yang menginstruksikan kadernya bermain dua kaki dalam pemilu mendatang. Bedanya, YIM bermain sebagai pendukung Jokowi dan PBB bermain untuk Prabowo-Sandi.

Kembali soal skenario PDIP guna langgengkan Jokowi. Amandemen UUD 45 menjadi solusi terbaik bagi PDIP guna melanggengkan kekuasaan. Popularitas Jokowi akan semakin naik bila ia kembali terpilih dan PDIP tak ingin seperti demokrat yang mulai kehilangan suara sejak SBY turun tahta.

PDIP butuh Jokowi guna mempertahankan suara partai, bukan hanya PDIP, bahkan Nasdem maupun partai Golkar mendapat imbas dari popularitas Jokowi. Bila kedua parpol orla ini bersatu didalam parlemen, rasanya tidak ada partai lain yang mampu menghadangnya.

Itu artinya, setelah pemilu 2019 langkah yang logis dan realistis yang akan dilakukan parpol-parpol koalisi pendukung Jokowi ialah melakukan amandemen UUD 45.

Komentar Anda

Artikel Terbaru