#Reuni 212 Kemenangan Indonesia

dok.tempo
Oleh Don Zakiyamani
Ketua Umum JIMI (Jaringan Intelektual Muda Islam)

Reuni 212 yang baru saja berlangsung diluar dugaan semua orang. Selain massa yang hadir, kualitas kegiatan juga dirasakan mengalahkan aksi massa yang pernah dilakukan ormas Islam maupun ormas lainnya yang ada di Indonesia. Reuni 212 kembali membuktikan betapa Islam di Indonesia patut menjadi teladan dalam berdemokrasi.

Meski didahului survei abal-abal terkait mesjid dan penceramah radikal, meski beberapa orang dipaksa menggembosi reuni 212 dengan pernyataan-pernyataan yang dipaksakan guna mengurangi massa yang hadir, faktanya umat Islam tetap tak bergeming dan menghadiri kegiatan yang sangat mengangkat elektabilitas Prabowo-Sandi.

Aksi damai tersebut juga membuktikan bahwa umat Islam merupakan kekuatan politik yang sangat dahsyat bila diganggu. Kriminalisasi terhadap ulama, hingga aksi tangkap tanpa bukti kuat yang kian hari menghampiri umat Islam, ternyata menjadi 'vitamin', umat Islam semakin solid.

Umat Islam membuktikan diri sebagai mayoritas yang sangat toleran sehingga reuni 212 bukan hanya dihadiri umat Islam akan tetapi oleh mereka yang non-muslim. Ini artinya #Reuni 212 merupakan reuni kebhinnekaan Indonesia. Wajar saja mereka yang tak senang Indonesia bersatu merasa panik dan berusaha menggagalkan kegiatan.

Tahun 2016, aksi 212 didahului penangkapan para aktivis senior yang hingga kini tak jelas status hukumnya. Tahun ini didahului tantangan aksi tandingan yang sampai sekarang tak mampu dilaksanakan. Siapa pun yang gerah dengan  #Reuni 212 adalah mereka yang menghendaki Indonesia damai dalam Pancasila. Mereka tak paham Pancasila, bisa jadi memang enggan berazaskan Pancasila.

Sementara pelaksana dan yang menghadiri #Reuni 212 merupakan orang-orang yang menginginkan perubahan bangsa ini, mereka ingin Indonesia lebih baik. Mereka sangat Pancasilais sehingga undangan tidak semata dari satu agama dan suku, tidak pula dari satu partai politik namun semua diundang asalkan cinta damai dan Indonesia.

Para pedengki yang tak ingin Indonesia menjadi negara besar, yang tak ingin Indonesia menjadi negara maju, dengan argumen dangkal, terus melakukan pernyataan-pernyataan yang kontra-produktif bahkan terkesan fitnah.

#Reuni 212 merupakan kemenangan Indonesia, bukan hanya umat Islam.
Komentar Anda

Artikel Terbaru