Tanda Kekalahan Jokowi

Dok (ist)
Oleh Don Zakiyamani
Ketua Umum JIMI

Mari kita bicara jujur, kita berangkat dari pilpres 2014. Saat itu Jokowi-JK dinyatakan unggul atas Prabowo-Hatta. Secara umum, perolehan suara kedua pasangan tidaklah jauh berbeda, tidak signifikan kemenangan yang diraih Jokowi-JK pada pilpres 2014. Lalu bagaimana dengan pilpres 2019 yang sebentar lagi (April) akan dilaksanakan.

Bila kita melihat kecenderungan suara pada pilpres 2019, ada gejala bahwa suara Prabowo-Sandi akan meningkat dibandingkan Prabowo-Hatta (2014) yang lalu. Sementara Jokowi yang tidak lagi berpasangan dengan JK dipastikan akan kehilangan suara Kalimantan dan Sulawesi. Dengan demikian, tanda kekalahan Jokowi semakin nyata.

Suara Jawa akan tetap dimenangkan Jokowi namun semakin tipis. Artinya tidak ada perubahan mendasar, dan suara Sumatera dipastikan akan dibawa pulang Prabowo-Sandi. Angka kemenangan Prabowo di Sumatera sangat mencolok sehingga. Nasib Jokowi tak beda dengan nasib Ahok pada pilkada Jakarta yang lalu. Selain faktor wakil, faktor laen yang membuat Jokowi bakal kalah ialah faktor tim yang tak sebesar 2014 yang lalu.

Meski secara kepartaian didukung parpol besar akan tetapi Jokowi dipastikan kehilangan relawan militan. Selain sudah kenyang, relawan Jokowi pada pilpres 2014 sudah banyak yang beralih dukungan. Kegagalan Jokowi menepati janji-janji kampanye menjadi salah satu faktornya. Selain itu, banyak relawan yang merasa ditipu dengan pencitraan Jokowi.

Dan faktor penting lainnya suara muslim. Meski didukung NU, Jokowi tidak didukung mayoritas umat Islam. Secara organisasi NU memang mendukung namun tidak semua warga NU mendukung Jokowi. Aksi 212 juga signal kuat dukungan terhadap Prabowo bukan pada Jokowi. NU merupakan organisasi dinamis yang membebaskan warganya. Hal itu terbukti dari pilpres 2014 dan pilpres sebelumnya. Dengan demikian, kekalahan Jokowi dalam pilpres 2019 semakin nyata, tinggal lagi, kalah terhormat atau kalah telak!!!.

Komentar Anda

Artikel Terbaru